Minggu, 29 Juli 2012

Kumpulan khotbah kristen


“Kemerdekaan Kristen”
 Galatia 5:1Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Selama 350 tahun bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa Belanda. Pada tanggal 17 Agustus 1945 maka di deklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia lewat pidato Presiden pertama, yaitu Ir. Soekarno. Saat itulah bangsa Indonesia mengalami kemerdekaan. Kemerdekaan adalah saat di mana sebuah Negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya. Dan saat di mana seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain (kebebasan). Dan sekarang kita memperingati HUT kemerdekaan RI yang ke-62.
Itulah gambaran kehidupan orang percaya, pada waktu kita percaya kepada nama Tuhan Yesus, masih terlalu banyak pola kehidupan kita terus terjajah. Sehingga firman Tuhan membuka jalan supaya kita sungguh-sungguh mengalami kemerdekaan. Jika masih ada yang belum sungguh-sungguh, Tuhan mau kita semua mengalami kemerdekaan itu. Bukan lagi dijajah oleh kuasa iblis, dijajah oleh karakter-karakter yang jelek, dan nafsu-nafsu jahat. Dan Tuhan mau kita mengalami benar-benar kemerdekaan sejati, karena Dia segera datang untuk menjemput kita.
 Ada dua hal yang harus kita lakukan, yaitu:
Orang Kristen sepatutnya "Berdiri Teguh"
Jangan mau dijajah lagi

Orang Kristen sepatutnya "Berdiri Teguh"
Galatia 5:1a"Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh…"

Matius 7:24-27"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Yakobus 1:25, mengatakan: "Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya".

Jangan Mau Dijajah Lagi
Galatia 5:1b"…dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan".
Mengutip dari ayat ini "jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan" menjadi "jangan mau dijajah lagi" supaya jangan mau lagi diperhambakan oleh dunia. Iblis punya target utama dan tujuan utama untuk kita yaitu supaya kita jatuh ke dalam dosa. Sehingga firman Tuhan katakan iblis seperti singa yang mengaum-ngaum. Ia berkeliling sepanjang hari (24 Jam) untuk mencari celah/lengah, bila ada celah segera masuk membuat porak-poranda. Saya ingatkan supaya hari-hari ini lebih waspada, jangan beri sedikit pun peluang. Sebab segala macam cara/pola ada hipno terapi, hipno marketing dll. Orang percaya hidup bukan kuat gagah kita, tetapi karena Roh Kudus yang memampukan di dalam menghadapi segala masalah.

Penutup
Sebagai orang Kristen yang sudah di merdekakan dari ikatan dosa, sepatutnya kita melakukan firman Tuhan supaya mengalami kemerdekaan sejati. Dan tetap teguh/bertahan di dalam menghadapi masalah atau pencobaan, yaitu tidak jatuh ke dalam dosa. Kita akan menikmati kebahagiaan bersama Tuhan. Lebih waspada diri dari segala macam siasat iblis dengan tidak memberi sedikit pun peluang baginya. Sebab Tuhan Yesus telah mengubah bercak-bercak kotaran dosa menjadi putih seperti salju.






"KEMACETAN ROHANI"
 Orang Kristen yang sungguh-sungguh adalah orang Kristen yang rohaninya terus bertumbuh di dalam Tuhan. Kenyataannya saat ini walaupun sudah bertobat, bahkan sudah melayani Tuhan tetapi banyak orang Kristen yang tidak bertumbuh imannya. Iman yang tidak bertumbuh ini dapat kita sebut sebagai kemacetan rohani.


Mengapa orang Kristen bisa mengalami kemacetan rohani? Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan hal itu :
1. Karena tidak mau diajar. Kalau kita menerima firman Tuhan yang keras, bagaimana reaksi kita? Apakah kita mau menerima ataukah kita memberontak? (Ibr. 12:5-11). Kalau kita menerima, maka rohani kita akan semakin bertumbuh. Sebaliknya kalau kita menolak, maka semakin lama, rohani kita akan macet. Artinya, teguran-teguran yang diberikan Tuhan lama-kelamaan sudah tidak dihiraukan lagi.
2. Karena kita tidak jaga pergaulan kita. Di dalam kehidupan ini, hanya ada dua kemungkinan, "kita mempengaruhi atau kita dipengaruhi". Alkitab berkata "pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (1 Kor. 15:33). Kalau kita sudah jadi anak Tuhan, kita harus tegas dengan pergaulan kita. Karena cepat atau lambat, kalau kita bergaul dengan orang-orang yang tidak rohani, maka rohani kita akan kompromi dengan dunia.
3. Karena tidak mau pikul salib. Kalau seseorang menderita karena dosa dan kebodohan itu bukanlah "salib". Tetapi kalau karena kebenaran kita menderita (diejek, dimaki, dijauhi, disingkirkan, kehilangan), maka itulah "salib". Contoh : Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang tidak mau menjual imannya dengan menyembah patung. Pikul salib adalah kalau kita berani menolak untuk kompromi dengan dunia sehingga kita disingkirkan dan ditolak oleh dunia.
4. Karena tidak tegas dengan keinginan-keinginan (1 Yoh. 2:15-17). Keinginan yang tidak bisa dikendalikan akan membawa kepada dosa. Orang Kristen yang benar harus bisa mengendalikan keinginannya. Contoh orang yang tidak tegas dalam Alkitab adalah Salomo. Orang yang tidak punya keinginan tidak akan maju. Tetapi keinginan kita harus dikendalikan karena kita tidak akan pernah puas dengan keinginan kita. Keinginan yang tak terkendali menumbuhkan kerakusan dan kesombongan, baik keinginan tahu yang tidak terkendali, keinginan sukses dan makmur yang tidak terkendali.
Siapapun kita, kalau tidak hati-hati, akan mengalami kemacetan rohani. Tetapi kalau kita mau diajar, jaga pergaulan, pikul salib dan tegas terhadap keinginan-keinginan kita, maka iman kita akan bertumbuh dan rahasia kerajaan Allah akan dibukakan bagi kita.

Relakanlah hatimu untuk diajar,
berusahalah menjaga pergaulan, semangat pikul salib dan tetap tegas terhadap keinginan; sebab itu akan membantu pertumbuhan rohani Anda
 BERSYUKURLAH DENGAN KEADAANMU SAAT INI
SEBAB DENGAN BERSYUKUR;
Suasana HATI anda menjadi sejahtera
Suasana hati yang SEJAHTERA membuat anda dapat
Berpikir dengan baik
Bertindak dengan baik
Berkata – kata dengan baik
Mengambil keputusan dengan baik
Akhirnya Apapun yang anda kerjakan berhasil dengan baik
Mengeluh

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak
 teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh?
Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.
Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra
Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.
Tuhan Yesus memberkati kita semua…
Haleluya……..




"Mujizat Masih Ada"
Banyak orang mulai meragukan adanya mukjizat hari-hari ini, tetapi dengar bahwa Tuhan Yesus masih tetap sama, kalau dahulu Dia buat mukjizat, sekarangpun Dia tetap buat mukjizat untuk anda dan saya hari ini. Dibawah ini adalah kesaksian dari seorang gadis yang telah divonis dokter mati karena sakitnya.
Seorang gadis berusia 17 tahun di kota New York terbaring sekarat oleh penyakit TBC. Separuh paru-parunya sudah rusak. Separuh yang lain telah diangkat. Ia membutuhkan bantuan tabung oksigen.
Ia menghadiri sebuah gereja denominasi tertentu. Jemaat di gereja itu mengasihi Tuhan dan telah diselamatkan. Walaupun demikian, mereka tidak percaya akan terjadinya kesembuhan ilahi. Tentu saja, kesembuhan ilahi tidak menjadikan kita orang-orang Kristen. Darah Yesuslah yang menjadikan kita kudus dan berkenan di hadapan Allah, karena pengorbanan Kristus di kayu salib.
Gadis muda ini sekarat. Dokternya yang adalah orang Kristen berkata,”Anda akan mati dan kami tidak bisa berbuat apa-apa.
Tuberkulosis telah merayap masuk. Satu paru-parunya telah dangkat dan separuh lainnya juga telah diangkat. Saya akan mengirim anda pulang supaya anda bisa memanfaatkan waktu yang tersisa bersama keluarga”.
“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”. (Yoh 10:10)
Dokter mengirim gadis itu pulang untuk menantikan ajalnya. Ia terbaring dengan posisi kepala menengadah supaya ia dapat membaca Alkitab. Gadis itu menyerah pada kenyataan bahwa ia akan mati. Itulah ajaran yang diterimanya. Logika terkadang lebih nyata dari apa yang tidak terlihat. Gadis itu terbaring dengan posisi demikian dan membaca surat Petrus 1Petrus 2:24. Ketika membacanya, ia meletakkan Alkitabnya dan mulai memuji Tuhan.
Dengan menangis, ia berkata :”Tuhan, aku senang sekali akan berjumpa dengan Mu, aku tahu bahwa aku akan mati. Para dokter tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tetapi aku bersyukur karena Engkau telah menyelamatkan aku. Terima kasih karena Engkau telah membasuh dosaku dengan DarahMu”. Ia menyembah dan bersyukur pada Tuhan atas keselamatan dariNya dan kembali membaca ayat yang sama yang baru dibacanya dari Alkitabnya.
“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup oleh kebenaran…….” Tetapi kali ini ia tidak berhenti sampai disana. Ia melanjutkan membaca di ayat yang sama, “….oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh”.
Kata-kata itu menjadi terang seperti lampu neon. Ia berkata,”Oh, lihat apa yang aku dapatkan”. Ia kemudian berkata,”Tuhan Yesus, aku baru saja selesai memujimu untuk bagian pertama dan aku akan memujiMu untuk bagian yang kedua. Engkau telah menyembuhkan aku….. Oh Yesus, maafkan aku tidak akan bertemu denganMu sekarang. Aku berencana untuk tinggal lebih lama lagi di dunia ini, karena Engkau sendiri telah menyembuhkanku”.
Bukankah itu sebuah iman yang indah? Halleluyah!”Aku tidak akan datang seperti yang telah kurencanakan,” katanya. “Aku
berubah pikiran, karena aku baru saja menemukan beberapa kebenaran – dan kebenaran itulah yang akan memerdekakan kita”.
Ia pun mulai memuji Tuhan untuk “KESEHATAN YANG SEMPURNA”.
 Tidak ada sesuatu yang berubah. Kemudian ia melepaskan tabung oksigennya dan berteriak pada ibunya “Mama cepatlah kemari!”
Ibunya mengira itulah hari terakhir ia melihat putri satu-satunya. Segera ia memanjat tangga dengan tersandung-sandung “Ada apa sayang?”
“Oh mama lihat apa yang telah aku temukan. Bacalah ini” Ibunya bergumam membaca Firman itu, kemudian berkata”Aku membacanya, sekarang berbaringlah dan pakai lagi masker oksigennya”
Putrinya berkata,” Mama tidak membaca dengan benar. Mama, tertulis disitu bahwa aku telah disembuhkan. Dua ribu tahun yang lalu Tuhan Yesus telah menyembuhkan aku”.
Ibu itu memandangi putrinya dan menangis dia merenungkan apa yang dikatakan dokter “Biasanya dimana pada hari engkau akan mati, engkau akan kehilangan akal sehatmu, berhalusinasi dan sebagainya”.
Saudara, bukankah aneh dunia ini, justru pada saat anda mempercayai adanya mukjizat, maka anda dianggap aneh. tetapi sebaliknya saat anda mempercayai akan mati karena kesakitan, anda dianggap normal.
Kemudian gadis itu berkata,” Mama, aku tidak akan mati, jadi tolong buatkan aku sarapan, aku ingin sekali makan roti bakar dan kopi”.
Ibu berkata,” Aku tahu engkau mulai kehilangan akal sehatmu, sayang…. engkau sudah tidak makan apa-apa sejak 10 bulan yang lalu”.
Tetapi gadis belia ini berkata ” Selama 10 bulan aku tidak mendengar kebenaran dahsyat ini. sekarang, mama…. tolong turunlah ke bawah dan buatkan aku sarapan…. aku lapar”.
Ibu gadis itu memasukkan dia kembali kedalam tenda oksigen dan kemudian menyelinap keluar dengan perasaan hancur melihat anaknya mulai berhalusinasi dalam pikirannya. Begitu ibu ini keluar, maka gadis ini mulai membuka resliting tenda oksigennya, turun dari ranjang, membuka lemari pakaiannya dan mulai berganti baju. Gaun yang dipilihnya bagaikan “jubah”ketika dipakainya. Ya, karena berat badannya hilang hampir separuhnya. Ia kemudian berjalan terhuyung-huyung meuruni tangga dan berjalan ke dapur.
“Mama, apakah sarapanku sudah siap?” Ia duduk untuk makan pagi dan berkata ‘” Tuhan berkati makanan ini untuk tubuhku yang baru ini. Aku tahu aku tidak akan mati, tetapi aku akan tetap hidup”.
Sekilas, tidak terjadi perubahan apapun pada gadis ini…..Tubuhnya tetap kurus kering, badannya masih sama….lemah. Dengan mata telanjang, sekilas Tuhan tidak buat apapun.
Keesokan harinya ia pergi menemui dokternya. Hasil pemeriksaan sinar X menunjukkan bahwa ia memiliki sepasang paru-paru baru dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas TBC sama sekali!!! Dia menjadi kuat karena telah mendengar kebenaran. Ya…. Gadis muda ini telah menjadi sembuh Total!!!
Gadis muda ini benar-benar sembuh, dari paru paru yang hanya bekerja seperempatnya menjadi pulih sempurna dengan adanya sepasang paru-paru yang baru! Orang dnia katakan ini adalah mustahil, tapi “Bukankah Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan kita?
Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya!”
Saudaraku saat engkau membaca kesaksian di atas dan mungkin keadaanmu juga tidak baik hari ini, tapi dengar, bahwa selalu ada kesempatan engkau mengalami mukjizat hari ini. Tuhan Yesus memberkati…!




2012: THE YEAR OF WARFARE (2012: TAHUN PERANG)
“Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” ~ Efesus 6:12
Tahun 2012 adalah AWAL PENUAIAN JIWA BESAR-BESARAN. Kita tidak akan mendapatkan tuaian tanpa peperangan rohani. Itu sebabnya tahun 2012 juga adalah TAHUN PEPERANGAN ROHANI.  Peperangan Rohani adalah konflik yang berlangsung dalam dunia rohani yang tidak terlihat yang termanifestasikan (terwujudkan/terasa) dalam dunia jasmani yang terlihat. Penyebab peperangan itu adalah sesuatu yang tidak dapat kita lihat, namun efek-efeknya terlihat dalam jenis-jenis masalah sehari-hari yang kita hadapi sepanjang waktu.
Hari ini, kita akan pelajari 3 (tiga) hal yang harus diperhatikan dalam masuk peperangan rohani :
1.      Unity.
Filipi 2:1-5  : “Jadi karena dalam KRISTUS ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan ROH, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir,dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam KRISTUS YESUS,..”
Peperangan yang kita hadapi mulai tahun 2012 ini bukanlah peperangan yang biasa-biasa, melainkan peperangan besar karena tahun 2012 ini adalah awal penuaian jiwa besar-besaran, sehingga peperangannya pun pasti besar-besaran. Di dalam menghadapi era peperangan yang besar ini, kita tidak bisa sendiri. Kita harus bergandengan tangan, bersatu  hati bersama-sama dengan umat TUHAN lainnya.
Ketika bangsa Israel menghadapi pertempuran pertama mereka semenjak keluar dari Mesir, maka bangsa itu dipimpin Yosua menghadapi Amalek, sementara Musa berdoa bagi bangsa itu.  Yang menarik adalah bahwa peperangan itu dimenangkan karena ada unity dari semua unsur yang terlibat di dalamnya.  Perhatikanlah Keluaran 17:10-13  : “(10)Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.  (11)Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
 (12)Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. (13)Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.”
Unity akan membuat gereja TUHAN semakin kuat.
2. Masuk ke tempat tinggi bersama TUHAN
Saat peperangan melawan Amalek, maka Musa, Harun dan Hur naik ke puncak bukit, naik ke tempat yang tinggi. Dari puncak bukit, Musa dapat melihat seluruh jalannya pertempuran. Selain itu Musa dapat berdoa, mengarahkan tangannya kepada Yosua dan seluruh prajurit Israel yang terjun di medan pertempuran. Keluaran 17:9-10  “Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku." Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.” Dalam peperangan Israel melawan Amalek, kemenangan suatu peperangan bukan hanya ditentukan oleh mereka yang ada di bawah bukit, melainkan juga oleh mereka yang ada di atas bukit. Keluaran 17:11  “Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.” Di era peperangan rohani yang besar ini, mari kita “naik ke atas bukit” artinya masuk ke tempat yang tinggi bersama dengan TUHAN YESUS. Disanalah kita akan mengalami kemenangan lepas kemenangan.  Naik ke tempat yang tinggi bicara    soal     keintiman   dengan  TUHAN YESUS.  Saat kita naik ke tempat yang tinggi bersama TUHAN YESUS, kita akan melihat “musuh-musuh” kita begitu kecil. Tetapi sebaliknya apabila kita tidak naik ke tempat tinggi, kita akan merasa sangat kecil dan musuh kita terasa sangat besar.
3. Roh kita harus tetap menyala-nyala
Roma 12:11 :  “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
Di era peperangan yang besar ini, TUHAN mau agar kita umat-Nya tidak sekedar “nyala” tetapi “menyala-nyala”. Sebagai dasar untuk roh kita tetap menyala-nyala adalah kesadaran serta pemahaman bahwa kita telah menang.
”Tetapi syukur kepada ALLAH, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh YESUS KRISTUS, TUHAN kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan TUHAN! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan TUHAN jerih payahmu tidak sia-sia.” ~ 1 Korintus 15:57-58
Untuk dapat menyala-nyala, kita harus hidup dalam kasih (Roma 12:9-21).
Peneguhan
Dalam peperangan modern, kemenangan ditentukan oleh dua unsur utama, yaitu serangan dari udara (air force) dan masuk-bergeraknya tentara darat (ground troops) ke areal musuh untuk mengklaim kemenangan.  Demikian juga halnya peperangan rohani hanya dapat berhasil dengan sukses apabila kita terus naik ke tempat tinggi bersama TUHAN YESUS dan secara unity bersama-sama memenangkan jiwa-jiwa/mengklaim jiwa-jiwa dari cengkraman iblis di dunia, bagi kemuliaan namaNya.  Peperangan Besar sudah di depan kita. Jangan takut, majulah dalam peperangan rohani.
Yakobus 4:7 “Karena itu tunduklah kepada ALLAH, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

"MENJADI MURID SEJATI: suatu pilihan mutlak"
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala     sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Matius 28:19-20
Melalui pembacaan ayat tersebut, pikiran kita langsung tertuju kepada kegiatan penginjilan, kegiatan misi ke daerah-daerah, atau pertobatan jiwa-jiwa. Inilah inti dari eksistensi gereja Tuhan di Bumi ini. Namun ada hal yang terlewatkan oleh kita, yaitu Tuhan     memerintahkan kita untuk menjadikan       semua bangsa menjadi murid-Nya, bukan sekedar orang Kristen yang lahir baru.     Artinya, standar minimal orang Kristen   menurut firman Tuhan adalah seorang murid. Pelayanan misi yang berhasil adalah pelayanan misi yang menghasilkan kualitas seorang murid dalam diri orang-orang yang       dipimpinnya. Dalam salah satu bukunya, Eddy Leo, menuliskan bahwa menjadi murid sejati merupakan pilihan mutlak, bukan alternatif. Beliau mengisahkan tentang   seorang pemimpin muda yang memuji temannya karena memiliki ibadah anak muda dengan jumlah kira-kira tiga ratus jiwa, saat ia menghadiri sebuah kebaktian. Namun      temannya ini berkata, bahwa ia tidak         bermegah karena jumlah jiwa yang sebesar itu. Sebenarnya ukuran keberhasilan sebuah pelayanan tidak dilihat dari jumlah jiwanya tapi dari jumlah murid yang dihasilkan, ujar temannya itu. Jawaban yang luar biasa. Inilah kerinduan hati Tuhan, supaya kita menjadi seorang murid Tuhan.
Dalam Matius 5:1-12 ada 8 Ciri kualitas    seorang murid sejati:
1. Ada perasaan tidak mampu atas          kekuatannya sendiri dalam mengatasi dosa dan mulai memiliki ketergantungan     dengan Allah di dalam menghadapi segala tantangan hidup (ayat 3).
2. Ada perasaan penyesalan dan dukacita yang mendalam atas dosa-dosanya (ayat 4).
3. Ada kesediaan untuk dibimbing dan dibentuk oleh Allah (ayat 5).
4. Ada kerinduan untuk mengetahui, menerima dan mempraktekkan kebenaran (ayat 6).
5. Ada kesediaan untuk mengampuni orang yang telah menyakitinya dan ada perasaan bersalah, apabila menyimpan kebencian   (ayat 7).
6. Ada kesediaan untuk hidup kudus, ada perasaaan bersalah apabila berbuat dosa lagi (ayat 8).
7. Ada kesediaan untuk selalu              mengadakan restitusi (pengakuan dosa dan pemberesan) dengan orang-orang pernah dirugikan/dilukai (ayat 9).
8. Ada kesediaan untuk menderita/dianiaya karena kebenaran (ayat 10-12)
 Tujuan pemuridan/pembapaan:
1. Menjadi serupa dengan Kristus. Arti kata Kristen dalam bahasa aslinya adalah kristus-kristus kecil. Artinya hidup kita mencerminkan karakter Kristus. Lewat pemuridanlah, kita belajar taat terhadap kebenaran yang membuat karakter kita diperbaharui dari hari ke hari, untuk semakin serupa dengan Kristus.
2. Melahirkan penuai/bapa-bapa rohani. Doa mematangkan tuaian. Penginjilan menyabit tuaian. Pemuridan/pembapaan mendewasakan tuaian. Lewat pemuridan kita didewasakan sampai kelak menjadi bapa-bapa rohani. Firman Tuhan katakan, bahwa tuaian banyak namun pekerja sangat sedikit, karena itu mintalah kepada yang empunya tuaian pekerja-pekerja. Generasi ini membutuhkan bapa-bapa rohani supaya tujuan Tuhan digenapi dalam hidup mereka.
3. Menjangkau dunia/generasi. Kita lihat pola penjangkauan Tuhan yang sangat efektif. Hanya    dengan 12 murid, mereka menghasilkan murid-murid lain yang tersebar menjangkau bangsa-bangsa sampai ke ujung Bumi. Kegerakan akhir zaman bukan lagi terjadi karena "one man show", tapi kegerakan akhir zaman dimobilisasi oleh kaum awam. Lewat pemuridanlah kaum awam dapat menjangkau dunia.
Saat ini sedang terjadi kegerakan luar biasa di India, dilakukan   bukan oleh orang-orang terkenal, tapi oleh orang-orang yang buta huruf. Dengan pola pemuridan yang sangat sederhana, namun sangat efektif dan relevan      dengan kehidupan rakyat kecil dan kaum awam, 3.000.000 jiwa berhasil dimenangkan dan 80.000 gereja berdiri dalam waktu kurang dari 5 tahun.
Apakah Anda rindu terlibat dalam kegerakan akhir zaman? Berilah diri Anda dimuridkan, kemudian milikilah 8 ciri kualitas seorang murid sejati dan rindukanlah, bahwa suatu saat lewat hidup kita dihasilkan murid-murid yang radikal.
jadikanlah semua bangsa murid-Ku…!!!
Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
 = Terpujilah TUHAN =
"Dapatkah Kedewasaan Rohani 
Dimiliki Seorang Muda?"
Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” Ibrani 5:14.
Kedewasaan rohani adalah suatu kondisi yang mantap, baik dan tangguh. Terkesan pula kepekaan yang dalam sehingga kemungkinan tidak pernah terjatuh, serta memiliki kehidupan pribadi yang bertanggung jawab, tekun, taat dan setia. Mungkinkah seorang muda yang memiliki kondisi mental yang mudah mencoba dan berubah itu memiliki kedewasaan rohani seperti yang terkesan pada ayat tersebut?
1)      Sebuah Perjalanan Tanpa Henti
Kesempurnaan atau kematangan rohani bukanlah suatu kejadian yang tiba-tiba. Kehidupan seorang Kristen adalah sebuah proses perjalanan. Ibrani 5:13 berkata:"Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil." Dari ayat tersebut jelas, bahwa harus ada pertumbuhan dalam kehidupan rohani kita. Dia menghendaki laskar Kristen yang tangguh, bukan pasukan bayi yang suka rewel dan menangis. Maksud Allah melahirkan kita kembali oleh Roh-Nya adalah untuk suatu pertumbuhan!
2)      Dewasa Bukanlah Sempurna
Kehidupan Kristen adalah sebuah proses didikan, ajaran dan tuntunan Allah seumur hidup. Kedewasaan rohani berarti pengertian dan kerelaan kita untuk dibentuk Allah seumur hidup kita, seperti tanah liat di tangan tukang periuk.
Jelas di sini, bahwa memiliki kedewasaan rohani pada usia muda bukanlah suatu pertumbuhan yang mustahil. Alasannya jelas, usia muda dan kedewasaan rohani tidak memiliki hubungan sebab-akibat. Ada orang yang secara jasmani telah dewasa, namun masih memiliki kehidupan rohani yang setingkat bayi, rewel dan selalu minta dilayani; hatinya seperti kaca yang bila terbentur dengan benda keras akan hancur berkeping-keping. Di lain pihak, tidaklah aneh bagi kita untuk menjumpai seorang yang masih muda secara jasmani, namun telah memiliki kedewasaan rohani, sebab ia telah menyerahkan diri pada Allah dan memberikan dirinya untuk didandani Roh Kudus sejak awal pertobatannya.
Kriteria berikut ini dapat memberikan sedikit gambaran tentang pribadi Kristen yang dewasa secara rohani.
 a) Terus Berjalan Meskipun Pelan

Perjalanan rohani kita ibarat sebuah grafik yang setiap hari naik sedikit demi sedikit. Sebagai contoh, Daud memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menjadi rendah hati di hadapan Allah dan manusia, serta bersandar pada Allah saja. Allah perlu berkali-kali memberi pelajaran, bahwa hanya Dialah satu-satunya Penolong Daud, dengan melalui banyak kejadian.
b) Tetap Memandang Visi Allah
Dalam usia yang muda dan penuh potensi yang terus dapat dikembangkan, sering datang tawaran jenjang karier yang cukup menggiurkan, namun menjebak agar kita melepaskan Tuhan. Siapa yang tetap memandang visi Allah, dialah yang akan diluputkan dari api, seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego dan Daniel yang dibebaskan dari perapian yang menyala-nyala dengan pertolongan yang sangat ajaib dari Allah,karena mereka tidak mau menyembah patung raja Nebukadnezar.
c) Berani Mengubah Arah Hidup
Zaman sekarang, banyak anak muda yang terpaksa banting setir dalam menata masa depannya. Banyak artis yang tiba-tiba beralih profesi menjadi penyanyi rohani. Ada yang beberapa bulan lagi akan diwisuda menjadi dokter atau sarjana, tiba-tiba menjadi mahasiswa baru di sebuah sekolah teologi karena ada perjumpaan pribadi dengan Allah. Perubahan ini juga dialami oleh Paulus dalam perjalanannya ke Damsyik. Keputusan putar arah ini tentu menimbulkan pro dan kontra yang mungkin di luar dugaan, tetapi itulah konsekuensi sebagai orang yang telah dicelikkan mata hatinya.
d) Tidak Hanya Ikut Arus
Di dalam dunia modern ini ada begitu banyak tawaran yang menjadikan seorang muda meninggalkan kekudusannya di hadapan Allah. Di kanan-kiri kita tersedia begitu banyak sarana untuk memuaskan kedagingan orang muda. Tetapi mereka yang bertekad menjaga diri mereka, seperti Yusuf pada saat ia di rumah Potifar, dialah yang tidak khamir oleh ragi dunia yang membinasakan; dialah yang kelak dijunjung tinggi oleh Allah di antara sesamanya.
e) Bangkit Setelah Jatuh
Pekerjaan yang paling sulit adalah memulai segala sesuatu dari nol kembali. Seseorang yang dewasa secara rohani adalah orang yang berani menghampiri Tuhan meski dengan berlumuran dosa. Tindakan inilah yang dikehendaki Allah. Itulah sebabnya Allah memulihkan keadaan Daud setelah penyesalannya atas tindakan yang dilakukannya terhadap Uria dan Betsyeba. Dewasa secara rohani bukan berarti tidak pernah atau tidak bisa jatuh dan mengalami frustrasi. Hanya saja,
ketika mengalami suatu hal yang buruk, seorang yang dewasa secara rohani tidak berlarut-larut dalam kekecewaan hingga ia meragukan kasih Allah.
Demikianlah kedewasaan rohani itu. Jadi tidak heran jika Rasul Paulus menasihati Timotius, “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

 Tuhan Yesus Memberkati….

"KEMENANGAN = IMAN + KETAATAN"
“Sekarang aku tahu, bahwa Tuhan memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.” Mazmur 20:7
Yosua dipilih Tuhan untuk memimpin bangsa Israel menggantikan Musa. Kata Tuhan, “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.” (Yosua 1:2). Tuhan tidak asal menyuruh Yosua tapi Ia menjanjikan kemenangan kepadanya,“Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.” (Yosua 1:3). Kemenangan yang dijanjikan Tuhan itu belum diraih Yosua saat Ia mendengar perkataan Tuhan. Jadi, kemenangan akan menjadi kenyataan apabila Yosua mengikuti tuntunan Tuhan dan mau melangkah dengan iman.
Ini menunjukkan bahwa hidup berkemenangan disediakan Tuhan bagi anak-anakNya. Namun, mengapa tidak semua orang Kristen dapat menikmati kemenangan? Itu karena kita tidak tunduk kepada Tuhan dan tidak mengikuti cara-caraNya.
 Orang-orang dunia memiliki konsep: hidup berkemenangan dapat dicapai dengan cara apa pun meski melanggar firman Tuhan; hidup berkemenangan berarti memiliki uang banyak atau materi yang berlimpah. Akibatnya banyak orang nekat menempuh jalan yang salah atau kotor: menipu orang lain, korupsi, menekan orang lemah, bisnis narkoba, sampai pergi ke gunung Kawi atau dukun demi mendapatkan kekayaan secara instan, namun ujungnya kepada maut. Sebaliknya konsep kemenangan menurut Alkitab adalah: hasil yang kita raih karena Tuhan melakukannya untuk kita. 

 Kemenangan adalah hasil dari ketaatan. Ketika Yosua taat melakukan apa yang diperintahkan Tuhan (baca Yosua 1:6-8) apa saja yang diperbuatnya menjadi berhasil dan beruntung. Ingat! Kehidupan Kristen adalah hidup penuh perjuangan, tidak ada yang instan, tapi percayalah bahwa Tuhan akan menyertai kita dan memberikan jaminan kemenangan. Tertulis: “. ..sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu.” (Ulangan 20:4).
Mari mencari Tuhan setiap waktu, karena orang yang senantiasa mengandalkan Tuhan hidupnya pasti berhasil dan mengalami berkat-berkat Tuhan yang pasti.
 = Amen =



"Mengatasi Kesalahan"
Luk 15:11-24
"Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa."

Tidak ada seorangpun yang kebal dari kesalahan. Sepandai apapun seseorang, ia pasti melakukan kesalahan. Oleh sebab itu, kita perlu bertanya tidak hanya "mengapa" tapi juga "bagaimana" kita dapat mengatasi kesalahan atau kegagalan hidup kita.

Lukas 15 menceritakan tentang seorang anak yang melakukan kesalahan dalam hidupnya. Ia meminta harta warisan dari ayahnya, menghamburkannya dengan berfoya-foya, dan akhirnya menjadi melarat. Tapi, kisah ini tidak berhenti sampai di sini. Di dalam Tuhan selalu ada pengharapan. Bagaimana sikap anak yang bungsu ini 
dalam menghadapi kesalahannya?
 Pertama, ayat 17 mengatakan bahwa ia menyadari kesalahannya. Kesadaran merupakan langkah positif pertama menuju kesembuhan! Banyak orang yang melakukan kesalahan sama berulang kali dan tidak pernah menyadari kesalahannya. Kita perlu berdoa dan meminta hikmat pada Tuhan agar kita peka dengan dosa sehingga kita cepat menyadari kesalahan kita.

Kedua, anak ini mengingat bahwa kasih bapanya lebih besar daripada segala kesalahannya (ayat 18). Kita perlu memegang prinsip hidup ini: Kasih Tuhan selalu lebih besar daripada segala kesalahan kita. Ini bukanlah alasan untuk melakukan dosa, melainkan adalah suatu pengharapan. Tuhan tidak pernah menolak orang yang datang kepadaNya, berapapun besar kesalahannya. Tuhan tidak pernah memutuskan hubunganNya
 dengan kita. Kitalah yang sering menolak dan meninggalkan Dia. Dia adalah Maha Pengasih dan Maha Pengampun.

Ketiga, anak ini bangkit dan pergi kepada bapanya (ayat 20). Bila kita tidak bangkit dari kesalahan kita, maka pembaharuan tidak akan pernah terjadi. Selama kita mau bangkit, kita tidak akan gagal. Kegagalan terjadi bila kita berhenti berusaha. Pelajari kesalahan kita dan apa yang membuat kita gagal, supaya hal tersebut tidak terulang lagi.

Pertobatan melibatkan kesadaran, iman, dan juga tindakan yang nyata.

Tuhan memberkati kita semua.

Haleluya........








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar